BIMBEL MALANG : MENGATASI KEMALASAN ANAK DALAM BELAJAR

21 Nov

21 November 2012

Saudara yang budiman..? Apakah saudara sudah menjadi orang tua..?

Menjadi orang tua pastinya akan gelisah ketika mengetahui anak saudara memiliki respon yang negatif ketika belajar. Belajar menjadi tidak bersemangat dan bermalas-malasan. Bukan berarti akan menjadikan alasan kita serta-merta langsung memarahi anak-anak.

Betapa alangkah bijaknya, mencoba memahami apa saja yang menyebabkan anak-anak mengalami penurunan semangat belajar. Dan menumbuhkan prestasi belajar menjadi meningkat dan meraih kenyamanan dalam belajar.

Di sini ada beberapa hal kupasan terkait penyebab anak-anak malas beraktivitas belajar :

  1. Kondisi tempat belajar

Misalkan kondisi belajar yang dimaksud adalah sekolah, rumah, perpustakaan ataupun tempat-tempat yang di gunakan belajar. Tempat belajar ini harus tenang, nyaman, tenteram dan terhindar dari kegaduhan serta kebisingan yang dapat menggangu konsentrasi siswa.

  1. Teman dalam belajar bisa guru ataupun siswa lainnya.

Mereka butuh teman belajar. Guru bisa juga dijadikan teman, guru yang bisa diajak diskusi dan teman sepenanggungan dalam belajar sehingga terdapat persepsi yang sama tentang aktivitas yang di lakukan. Di sini sehingga siswa menganggap bahwa belajar itu mudah dan yang di mengerti atau di maknai oleh dia juga sama dengan pengertian orang lain di sekitar.

  1. Sarana prasarana belajar.

Sarana yang lengkap menyebabkan tidak ada hambatan dalam belajar dengan lengkapnya peralatan belajar, maka guru akan mudah menjelaskan memakai alat belajar yang mudah di mengerti oleh siswa . Selanjutnya pengajar bisa memilih mana peraga yang cocok bagi siswa yang dididiknya. maka sarana dan prasarana sangat menunjang demi berlangsungnya proses belajar mengajar.

  1. Motivasi dalam belajar.

Motivasi adalah dorongan dari dalam diri setiap individu siswa.  Jika siswa tidak memiliki motivasi belajar, terus bagaimana dia mau belajar, dorongan saja tidak ada. Maka penting bagi kita memberi motivasi kepada anak didik kita terkait motivasi atau dorongan dalam kita melaksanakan kegiatan belajar.

  1. Dukungan pihak lain dalam belajar.

Dukungan adalah konsumsi mental siswa. Dengan kita memberikan banyak dukungan dan perhatian kepada siswa , berarti kita telah membantunya 50 % dalam proses belajarnya.

 

  1. Arti belajar itu sendiri.

Banyak orang salah mengartikan apa itu belajar? Kalau kita salah mengartikan maka susahlah bagi meningkatkan kemampuan belajar kita. Kebanyakan orang mengartikan belajar adalah bagi anak anak, bagi remaja, bagi orang muda ataupun hanya bagi orang yang bersekolah atau kuliah. padahal tidak. Belajar adalah untuk selamanya, belajar adalah sepanjang usia kita, belajar adalah bagi semua jenjang usia maupun umur.

Dengan memahami berbagai faktor tersebut, hendaknya kita paham tentang akar masalah dan solusinya bagi anak anak kita supaya anak didik kita menjadi anak yang cerdas, pandai dan terhindar dari sifat kemalasan dalam menuntut ilmu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: